Menjaga kestabilan emosi
Emosi bisa muncul kapan saja dalam berbagai kondisi. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita dituntut untuk "pandai" memanajemen emosi diri. Bagaimana caranya?
1. Istirahat yang cukup
Faktor kesehatan sangat mempengaruhi emsoi kita. Kurang istirahat akan berakibat pada letihnya pikiran yang akan membuat kita tidak mampu berpikir jernih kala menghadapi persoalan.
2. Berupaya tenang, tarik napas panjang ketika menemui permasalahan.
Ketika kita marah, senang, sedih ataupun sedikit merasa jengkel akan suatu hal, ada baiknya kita segera beranjak dan mencari tempat yang lapang. Biarkan tubuh merasakan udarayang segar dengan menarik napas sedalam-dalamnya. Menarik napas dalam-dalam akan mengurangi penat yang menumpuk di pikiran, sehingga ada ruang untuk kembali berpikir jernih dan menyelesaikn persoalan yang ada. Dan menarik napas dalam dalam juga terasa lebih rileks dan tenang.
3. Refresh pikiran bersama orang-orang terdekat
Bertemu orang orang terdekat akan membuat suasana hati menjadi lebih baik, walau hanya sekedar jalan atau makan bersama. Dengan cara ini kita bisa belajar bagaimana menghadapi persolan tanpa melibatkan emsoi, baik marah, sedih, jengkel. Sekaligus melepas penat setelah seharian berkutat dengan aktivitas yang dirasa menjenuhkan dan melelahkan.
4. Hindari berbicara dengan orang lain saat mood sedang tidak baik.
Terkadang kita merasakan kondisi dimana suasana hati sedang tidak mendukung untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ada baiknya kita menarik diri dan mencari timing yang tepat untuk kembali bertemu. Apalagi jika membicarakan suatu hal penting.
![]() |
| Cr: imron.web.id |
Sumber: Gesture karya Zaka Putra Ramadhani, S.I KOM

Komentar
Posting Komentar